Masjid Ubudiyah didirikan tahun 1978 oleh Ninik Mamak dan perantau Indarung yang bekerja di PT Semen Padang. Nama "Ubudiyah" diambil dari kata 'ubudiyah' — penghambaan total kepada Allah. Letaknya di tepi aliran Batang Kuranji, maka masyarakat menyebutnya "Tepi Air".
Awalnya hanya surau kayu beratap seng dengan lantai papan. Setiap Ramadhan, Buya H. Syamsuddin — murid Khalifah Naqsyabandiyah dari Surau Gadang — mengajak jamaah untuk basuluak. Tradisi inilah yang membedakan Ubudiyah dari masjid lain di Lubuk Kilangan.